Sabtu, 28 Juli 2012

Bekerja atau Mengasuh Anak, Dilema Hati vs Rupiah

Menjadi seorang ibu sebenarnya adalah pekerjaan tersulit di dunia karena ibu dituntut selalu stand by 24 jam untuk sigap mengatasi masalah di rumah. Job desk yang bermacam-macam menjadi rutinitas sehari-hari. TApi entah mengapa banyak ibu yang malu untuk mengakui peran hebatnya sebagai ibu rumah tangga. Saya tidak bermaksud menghakimi siapapun karena saya sendiri juga sempat terserang penyakit aneh ini terutama jika teman, famili atau siapapun bertanya tentang pekerjaan saya. Berat rasanya menjawab bahwa saya seorang ibu rumah tangga karena pandangan masayarakat masih terlalu miring bagi seorang ibu, apalagi yang berpendidikan hanya untuk sekedar berada di rumah dan tidak memiliki pekerjaan. 

Kondisi ini ditambah lagi dengan keadaan ekonomi yang sedang down membuat saya kembali giat mencari pekerjaan formal setelah 2 tahun fakum dan fokus untuk mengasuh si kecil jasmine. Akhirnya terdamparlah saya di suatu pekerjaan sebagai project manager assistant. Bekerja di proyek konstruksi sebagai satu-satunya wanita bukanlah hal yang mudah. Banyak yang menganggap saya gila atau bahkan salut dnegan keberanian dan betahnya saya untuk bertahan. Padahal mereka tidak tahu kalau saya seringkali ingin menangis ketika ingat pada si kecil yang harus saya titipkan ibu di rumah. Otomatis hanya bisa bertemu di malam hari sepulang kerja jam 19.30 an, itupun kalau dia tidak tertidur. Sungguh saya ingin bisa bersamanya lagi tapi setidaknya ini yang bisa saya lakukan. Toh seuanya ini nantinya buat dia...lagipula pekerjaan ini hanya untuk 4 atau 5 bulan. Setelah itu entah saya akan berburu atau mencoba mencari penghasilan dari rumah tanpa meninggalkan dia. Sayangnya harus diakui bahwa sangatlah sulit untuk mencari pekerjaan saat ini.........